Minggu, 14 April 2013

Tim Gabungan Lakukan Razia Di Lokasi Hiburan Malam


Waktu menunjukkan pukul 22.30 WIB. Puluhan petugas tim gabungan dari Polisi Militer (POM) TNI Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), Angkatan Udara (AU), dan POM Polda Metro Jaya melakukan apel di Kantor Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal), Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (12/4/13).

Apel dipimpin Kolonel TNI Erwin, serta bertujuan untuk persiapan menjelang digelarnya razia tempat hiburan malam di sejumlah kawasan Ibukota. Razia dimaksudkan untuk mendapati oknum aparat yang melanggar ketertiban dengan berada di lokasi hiburan malam.

Tim gabungan kemudian berangkat dengan menggunakan 16 kendaraan dan berkonvoi menuju sasaran yang telah ditetapkan. Sasaran awal, sebuah tempat hiburan yang ada di Mangga Besar, Jakarta Barat. Namun setibanya di lokasi, rombongan langsung dihadang sejumlah petugas keamanan tempat hiburan malam. Bahkan awak media yang meliput razia sempat dilarang.

"Ada apa, Mas?" tanya seorang petugas keamanan kepada awak media. Namun, begitu mengetahui yang datang merupakan tim gabungan yang akan melakukan razia, akses pun diberikan untuk masuk menuju lokasi hiburan pada lantai enam. Di lantai enam tersebut, beberapa ruang karaoke terpampang tulisan "VIP" dan "President Suite".

Petugas kemudian melakukan pemeriksaan dengan memasuki satu persatu ruangan yang saat itu telah dipenuhi tamu. Tampak sejumlah perempuan muda berpakaian minim dan tipis tengah menemani tamunya berkaraoke. Petugas pun meminta mereka menunjukkan kartu identitasnya. "Nanti main-main ke sini lagi, ya," celetuk salah satu perempuan muda seusai petugas melakukan pemeriksaan di salah satu ruangan.

Ada pula tamu yang kesal lantaran tidak ingin kehadiran media. Mereka tidak ingin diekspos bersama teman wanitanya. Ada juga beberapa tamu warga negara asing yang tidak bisa berbahasa Indonesia. "I'm customer," ujarnya sambil memberi isyarat agar sorotan kamera menjauh darinya.

Kemudian petugas berpindah menuju ke tempat hiburan malam selanjutnya, sebuah tempat karaoke yang berlokasi tidak jauh dari tempat pertama. Di dalam ruangan ada beberapa perempuan muda tengah asyik menemani tamu prianya, baik yang berusia muda maupun yang sudah berumur. Minuman alkohol dan bungkus rokok menjadi pemandangan akrab di meja-meja.

Tidak berbeda dengan lokasi sebelumnya, tidak ada target yang berhasil diamankan dari tempat terebut. Selanjutnya, penelusuran dilanjutkan ke beberapa tempat hiburan yang ada di Kemang, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Namun, lagi-lagi hasilnya juga nihil.

PSK Mangkal di Tepi Sungai

Rombongan kemudian berangkat menuju daerah Daan Mogot, Jakarta Barat. Sebuah diskotek kini menjadi sasaran. Suasana gelap dengan kepulan asap rokok pengunjung yang padat menyambut di lantai dua dan tiga bangunan. Hanya lampu kelap-kelip dan remang serta musik dangdut dengan volume keras yang diputar dalam ruangan itu.

Lagi-lagi hasil razia tersebut nihil. Ada dugaan, informasi razia yang dilakukan kali ini telah bocor sebelumnya. Penelusuran rombongan kembali menyusuri daerah Pesing, Jakarta Barat. Pemandangan puluhan wanita malam yang mangkal di tepi sungai menyambut dekat sebuah lokasi diskotek cukup besar di sana. Para PSK tersebut berkumpul di bawah pohon dalam suana tanpa penerangan. Saat itu jam menunjukkan pukul 02.00 WIB.

Sekitar 100 meter lebih, rombongan telah sampai dan masuk melakukan razia di dalam diskotek. Petugas lagi-lagi tidak menemukan apa pun. Tidak lama berselang, barulah petugas memergoki seorang oknum polisi berada di depan halaman parkir diskotek tersebut. Petugas kemudian membawa masuk dan mencatat Kartu Tanda Anggota (KTA) yang didapati dari oknum polisi itu.

Selain itu, sebuah mobil yang diduga milik oknum TNI juga ditemukan berada di lokasi. Lantaran tidak ditemukan penumpangnya, keempat ban mobil itu kemudian dikempiskan.

Narkoba Tanpa Pemilik

Pada perjalanan di lokasi terakhir, terdapat insiden yakni seorang lelaki secara tiba-tiba berlari dan melompat ke sungai. Saat dikejar beberapa petugas polisi militer, pria itu hanya mengaku takut. "Kamu anggota ya, ayo ngaku," bentak salah satu petugas yang menarik lelaki tersebut. "Bukan Pak, saya takut, saya ikutan lari sama teman saya. Teman saya yang tentara," jawabnya.

Namun, setelah dicari, petugas tidak mendapati rekan tentara seperti yang disebut pria itu. Petugas kemudian mengamankannya ke mobil tahanan. Tak lama berselang, petugas menemukan narkoba yang tidak diketahui jenisnya. Narkoba berbentuk pil warna hijau terlihat berada dalam bungkus plastik kecil terjatuh di halaman parkir. Seorang lelaki sempat dicurigai dan diamankan. Namun, saat diperiksa, dia mengatakan bahwa narkoba tersebut bukan miliknya. Barang haram itu diduga telah dibuang oleh pelaku yang tidak diketahui.

Pada razia terakhir itu, berhasil diamankan seorang anggota Polri dan dua anggota TNI AL. Total ada tujuh orang yang dijaring dengan tiga warga sipil, dua oknum polisi, dan dua oknum TNI AL. Seusai razia, mereka yang di jaring kemudian di bawa dan di data di Kantor Pomal, Kemayoran, Jakarta Pusat. Namun pihak Pomal sendiri enggan berkomentar lebih jauh terkait razia itu.

megapolitan.kompas.com