Rabu, 26 Maret 2014

Tiga Pelaku Curanmor Tewas Dalam Baku Tembak


Komplotan Ranmor Cempaka Putih Sering Beraksi di Kemayoran

Kanit Reskrim Cempaka Putih, AKP Supriadi menjelaskan bahwa para pelaku yang ditembak hingga tewas itu diduga merupakan komplotan yang sering beraksi di Kemayoran.

Pasalnya, dari ciri pelaku yang selalu menggunakan senapan api rakitan setiap beraksi hanya terjadi di kawasan Kemayoran.

"Kemungkinan pelaku yang sering melakukan aksi pencurian sepeda motor di Kemayoran," kata Supriadi.

Supriadi menjelaskan bahwa ada dua jenis senjata rakitan revolver yang ditemukan anggotanya di semak-semak dekat lokasi kejadian. Menurutnya, senjata api tersebut lebih buruk dibandingkan senjata api yang digunakan oleh pihak kepolisian.

"Mereka (pelaku-red) tidak tahu kalau kita anggota. Sehingga mereka berani mengacungkan senjatanya ke kami. Ya kita dekatin karena senjata mereka tidak bagus dari milik polisi. Karena akurasinya kurang bagus senjata rakitan tersebut," tuturnya.

Beberapa barang bukti seperti dua pucuk senjata api revolver rakitan dengan 9 butir peluru dan beberapa kunci leter T, 1 botol cairan kimia, serta 1 unit motor Honda Beat warna hitam diamankan di Mapolsek Cempaka Putih.

Menurut Supriadi setidaknya ada 10 kasus kejahatan yang sering terjadi di wilayah Perempatan Coca Cola, Jalan Letjen Suprapto seperti pencurian kaca spion mobil, penjambretan di dalam bus dan angkutan umum, pemerasan dan pemalakan oleh preman, perampokan, serta pencurian sepeda motor.

Namun, kasus yang paling banyak adalah pencurian kaca spion mobil, penjambretan dan pemerasan. "Kami selalu jaga 24 jam kawasan Perempatan Coca Cola karena memang rawan kejahatan," tuntasnya.

Perlu diketahui, baku tembak antara Pihak Kepolisian Sektor Cempaka Putih dengan tiga orang pelaku spesialis pencurian sepeda motor di Perempatan Coca Cola Jalan Letjend Suprapto, Cempaka Putih, Selasa (25/3) sekitar pukul 03.15 WIB.

Para pelaku kejahatan yang beraksi yang menggunakan senjata api itu tewas dan dilarikan ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Baku Tembak Dengan Polisi, Tiga Pelaku Curanmor Tewas

Tiga penjahat spesialis pencurian kendaraan bermotor (curanmor), tewas usai terlibat baku tembak dengan petugas Polsek Metro Cempaka Putih di semak-semak dekat perempatan Coca Cola, Jakarta Pusat, Selasa (25/3) dinihari.

Ketiga pelaku yang tewas yakni Mispan Ibrahim, 22 tahun, asal Cikarang Utara, Joni Iskandar, 22 tahun, asal Lampung Tengah, dan Badri, 27 tahun, asal Lampung Tengah. Mereka pun terkenal sebagai 'kelompok Lampung'.

Informasi yang dihimpun, aksi baku tembak yang membuat tiga penjahat ini meregang nyawa berawal saat puluhan petugas Polsek Metro Cempaka Putih dipimpin Kapolsek, Kompol Taufik, sedang menggelar razia cipta kondisi di Jalan Letjend Suprapto, dengan mengerahkan 25 personel.

Sekira pukul 00.30 WIB, tiba-tiba meluncur sepeda motor Honda Beat bernopol B 3758 BID ke arah polisi yang sedang menggelar razia di pinggir jalan. Melihat ada razia, tiba-tiba motor yang ditumpangi tiga pria ini berbalik arah ke perempatan Coca Cola.

Petugas yang melihat aksi mencurigakan pengendara itu kemudian memberitahukan Kapolsek. Kapolsek kemudian memerintahkan anggotanya untuk mengejar pelaku yang kabur ke arah semak-semak di Perempatan Coca Cola. Bersama anggotanya, Kapolsek segera ke lokasi.

Setibanya di lokasi, ternyata rombongan polisi ini secara tiba-tiba ditembak oleh pelaku secara membabi buta. Akibatnya polisi sempat panik karena diberondong tembakan.

Akhirnya polisi terlibat baku tembak dengan pelaku yang memegang dua senjata api rakitan. Tembak-tembakan ini berlangsung sekitar 10 menit. Setelah itu, tembakan berhenti. Polisi pun menunggu karena khawatir menjadi korban penembakan yang dilakukan pelaku.

Setelah ditunggu setengah jam tidak ada lagi suara tembakan, polisi kemudian memeriksa semak-semak tersebut. Ternyata ketiganya sudah tewas terkena tembakan dalam aksi baku tembak dengan polisi.

“Mereka sudah lama masuk dalam DPO polisi. Sudah puluhan kali beraksi menggasak motor dengan berbagai modus operndi,” kata Kapolsek Metro Cempaka Putih, Kompol Taufik. Ketiganya kemudian dikirim ke RS Polri Kramatjati untuk keperluan visum.

Dari tangan kawanan penjahat ini disita dua pucuk senjata api rakitan serta sisa peluru sebanyak 4 butir, kunci leter T, cairan kimia yang diduga untuk merusak gembok serta motor Honda Beat hasil curian.

Barang Bukti Honda Beat warna hitam dengan nomor polisi B 3758 BID yang digunakan tiga orang pelaku saat baku tembak di Perempatan Coca Cola, Jalan Letjend Suprapto, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Selasa (25/3) dini hari

humaspoldametrojaya.blogspot.com
tribunnews.com