Selasa, 24 Mei 2011

Dubes Iran Sambut Baik Deklarasi Sunni-Syiah


Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Dr Mahmoud Farazandeh, menyambut baik di adakannya deklarasi Majelis Ukhuwah Sunni-Syiah Indonesia (Muhsin) di Masjid Akbar Kemayoran, Jakarta, Jumat, (20/5) lalu.

Deklarasi antara dua aliran terkuat dalam agama Islam itu merupakan gagasan dari DMI (Dewan Masjid Indonesia) yang dalam pelaksanaanya bekerja sama dengan IJABI (Ikatan Jamaah Ahlulbait Indonesia). Keduanya bergabung dalam sebuah kepanitaan yang beralamat di Masjid Istiqlal, Jakarta.

Dalam deklarasi yang disaksikan sekitar 500 jemaah itu Dubes Iran menyatakan bahwa deklarasi ukhuwah Sunni-Syiah itu baru pertama kali terjadi di dunia. "Karena itu deklarasi ini patut disambut baik", ujarnya.

Dr Mahmoud Farazandeh menambahkan pula bahwa menurut Al-qur'an, "Sesungguhnya orang Mukmin itu bersaudara", sehingga tidak perlu ada permusuhan bahkan kepada orang yang di luar Islam.

Iran sendiri dikenal sebagai negara Islam dengan aliran Syiah sementara tetangganya, Irak, dikenal beraliran Sunni. Penganut agama Islam di Indonesia kebanyakan juga beraliran Sunni, tapi hubungan mereka dengan kaum Syiah tidak pernah mengalami masalah.

"Keuntungan kita di Indonesia karena kita memilik dasar negara Pancasila", kata Brigjen Pol Drs Manahan Daulay dari Wantannas (Dewan Ketahanan Nasional) yang  menjadi salah satu pembicara dalam seminar yang diselenggarakan setelah acara deklarasi.

Turut berbicara pula dalam seminar bertema "Kerukunan Umat Beragama Sebagai Modal Dasar Untuk Kelesatarian Kebangkitan Nasional" itu antara lain Ketua Dewan Syuro IJABI Prof. Dr. KH. Jalaluddin Rakhmat, M.Sc

sumber : setneg-ppkk.co.id